TKW Jadi Korban Pemerkosaan Anggota Dewan Wilayah Malaysia

TKW Jadi Korban Pemerkosaan Anggota Dewan Wilayah Malaysia – Menteri Besar Perak Datuk Seri Ahmad Faizal Azumu mengemukakan pemerintah negara sisi menyikapi dengan cara serius atas perkara pendapat pemerkosaan yg dilaksanakan satu orang anggota dewan wilayah.

Banyak Bonus Menanti Anda, Hanya Dengan Bergabung Bersama Kami. Silahkan Saja Langsung Klik Disini Untuk Dapatkan Bonus Yang Melimpah Dari Kami

Ia mengharapkan seluruh pihak berikan area terhadap polisi buat menyelidik laporan itu dengan cara profesional serta transparan.

Dalam pengakuannya seperti ditulis dari The Star, Selasa (9/7/2019) , Pemerintah Perak bakal ambil perbuatan berkenaan pendapat anggota dewan wilayah yg dikira melaksanakan pemerkosaan pada satu orang pembantu rumah tangga (PRT) asal Indonesia seusai tuntas pengumpulan bukti-bukti polisi.

Klaim Bonus Deposit 10% Dan Seterusnya, Bonus Cashback 5% Tiap Minggunya, Bonus Rollingan 0.7%, Bonus Referensi Teman 5% Hanya Dengan Deposit 50 Ribu

Lihat Kontak Kami Klik Disini :

Awal mulanya, Divisi Penyidikan Seksual, Wanita serta Anak (D11) pada Bukit Aman, sebagai tempat khusus Kepolisian Diraja Malaysia, udah membetulkan kalau tindak pemerkosaan udah diadukan atas satu orang anggota dewan.

Di yakini laporan itu di ajukan oleh korban pada Senin (8/7) waktu ditempat. Malay Mail menyampaikan kalau korban ajukan laporan ke Kantor Polisi Jelapang.

Dalam pengakuan terpisah, Ketua DAP lokasi Perak, Nga Kor Ming, mengatakan gugatan pemerkosaan ini begitu serius. Nga menyatakan kalau faksi DAP bakal berikan peluang terhadap otoritas berkenaan buat melaksanakan pengumpulan bukti-bukti keseluruhan.

” Partai melihat permasalahan ini dengan kedukaan serius, ” ujar Nga yang memegang Wakil Sekjen DAP.

” Lantaran laporan polisi udah di ajukan, partai berpandangan kalau tak ada satupun faksi yg berada pada atas hukum serta karena itu, kami bakal menyerahkannya pada pihak berotoritas buat melaksanakan pengumpulan bukti-bukti komplet, ” ujarnya.

Upacara pemungutan sumpah buat anggota dewan eksekutif Perak yg diskedulkan terjadi di Istana Iskandariah di Kuala Kangsar pada Kamis 11 Juli udah di tunda.

Kantor Perak Sultan keluarkan pemberitahuan singkat terkait soal ini terhadap semua grup wartawan lewat Departemen Kabar negara dalam hari Selasa.

Akan tetapi tak dijelaskan dengan cara jelas argumen pengunduran namun mencatat kalau tanggal baru buat upacara bakal ditetapkan selanjutnya.

Pemberitahuan itu dikeluarkan gak lama seusai tersebar berita kalau satu orang anggota exco tengah diselidiki oleh polisi lantaran pendapat kekerasan seksual pada pembantu rumah tangga Indonesia.

You might also like