Penabrak Lari Di Overpass Solo Masih Dicari Polisi

Penabrak Lari Di Overpass Solo Masih Dicari Polisi – Dua minggu seusai peristiwa tabrak lari di jalan layang Manahan Solo, pemeran belumlah juga diamankan. Lalu masih berfungsikah camera CCTV Polresta Surakarta buat e-tilang?

Banyak Bonus Menanti Anda, Hanya Dengan Bergabung Bersama Kami. Silahkan Saja Langsung Klik Disini Untuk Dapatkan Bonus Yang Melimpah Dari Kami

Seperti dikabarkan, moment tabrak lari berlangsung di atas jalan layang pada 1 Juli 2019 pagi hari. Seusai menabrak motor yg ditumpangi penduduk Serengan, Solo, bernama Retnoning Tri, mobil itu kabur menuju barat melalui Jalan Adi Sucipto.

Didapati mulai jalan layang sampai selama Jalan Adi Sucipto udah dipasang beberapa puluh CCTV, baik punya Dishub Surakarta maupun Polresta Surakarta. Tidak hanya itu, masih ada CCTV yg dipasang di toko toko atau rumah selama jalan itu.

Klaim Bonus Deposit 10% Dan Seterusnya, Bonus Cashback 5% Tiap Minggunya, Bonus Rollingan 0.7%, Bonus Referensi Teman 5% Hanya Dengan Deposit 50 Ribu

Lihat Kontak Kami Klik Disini :

Polisi menyatakan semuanya CCTV punyanya memiliki fungsi maksimum. Bahkan juga berdasar pada pengecekan 12 CCTV Dishub serta Polresta, dan 30-an CCTV punya penduduk, faksinya bisa mengidentifikasi mobil yg dimanfaatkan pemeran tabrak lari.

” Semua memiliki fungsi secara baik. Kami dapat juga mengidentifikasi mobil itu dari camera CCTV kami, ” kata Kasatlantas Polresta Surakarta, Kompol Busroni kala dihubungi, Senin (15/7/2019) .

Akan tetapi implementasi e-tilang di Solo sekarang sudah di stop sesaat sejak mulai lebih kurang April 2019. Ia menolak kalau ada soal dengan camera CCTV mereka.

” Memang di stop sesaat lantaran kami betulkan dahulu prosedur e-tilangnya, ada metode yang wajib diupdate. Bila kameranya tak jadi masalah, ” kata ia.

Ia memohon penduduk bersabar tunggu hasil pengumpulan bukti-bukti kepolisian. Ia janji bakal lekas membuka pemeran tabrak lari itu.

” Kami masih diperlukan bukti-bukti lain biar pemeran tak dapat menghindar . Ini berniat belum kami papar lantaran argumen pengumpulan bukti-bukti. Pada waktunya bakal kami papar ke publik, ” kata Busroni.

Disamping itu, Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo, memohon penduduk tak menuding infrastruktur yg udah dibikin pemerintah maupun kepolisian. Menurut dia, kecelakaan itu berlangsung gara-gara human error.

” Dari video kan jelas tampak mobilnya keluar dari garis. Kebetulan pun sepeda motornya disamping kanan, sampai berlangsung kecelakaan, ” papar Rudy.

Dan perihal implementasi e-tilang buat menangkap pemeran, faksinya menyerahkan itu terhadap polisi. Ia sangat percaya polisi bakal lekas menemukannya pelakunya.

” Polisi kan udah mengidentifikasi kendaraannya. Kami percayakan pada polisi saja, akan lekas diamankan, ” ujarnya.

Dalam kurun waktu dekat, pemkot bakal menaikkan rambu-rambu jadi pengingat biar pemakai jalan sungguh-sungguh berhati-hati kala melalui jalan layang.

” Itu sudahlah tidak mungkin bila dikasih median jalan, malahan kelak lebih beresiko. Rancangan overpass itu udah dibikin seoptimal mungkin, ” katanya.

You might also like