Peringatan Hari Kartini di Desa Terpencil di Tegal Berlangsung Meriah

Peringatan Hari Kartini di Desa Terpencil di Tegal Berlangsung Meriah – Masyarakat satu desa kecil di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, serta jauh dari lokasi perkotaan, Minggu (21/4/2019) mengadakan acara dalam rencana HUT RA Kartini ke 140 tahun 2019. Beberapa pekerjaan lomba diadakan dari mulai lomba mengulek sambal sampai merias diri tanpa ada kaca. Seperti apa serunya masyarakat dalam memperingati Hari Kartini ini.

Banyak Bonus Menanti Anda, Hanya Dengan Bergabung Bersama Kami. Silahkan Saja Langsung Klik Disini Untuk Dapatkan Bonus Yang Melimpah Dari Kami

Pekerjaan lomba ini diadakan oleh masyarakat Desa Weringin Jenggot, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal. Semua pekerjaan dalam rencana HUT RA Kartini ini dipusatkan di lapangan desa.

Serangkaian acara hari Kartini dimulai resmi upacara dengan petugas upacara semua dari kelompok wanita. Lalu acara diteruskan dengan beberapa lomba lomba dari mulai gambar untuk anak anak, peragaan baju, mengulek sambal oleh peserta pria serta merias diri tanpa ada kaca.

Klaim Bonus Deposit 10% Dan Seterusnya, Bonus Cashback 5% Tiap Minggunya, Bonus Rollingan 0.7%, Bonus Referensi Teman 5% Hanya Dengan Deposit 50 Ribu

Lihat Kontak Kami Klik Disini :

Selama acara berjalan, masyarakat terlihat ketertarikan mengukuti jalannya lomba lomba. Gelak tawa mereka pecah tiap-tiap bapak bapak tampilkan kelucuan waktu berlomba-lomba mengulek sambal.

Dalam lomba mengulek sambal, setiap peserta dikasih layah serta ulekan dan bumbu sambal seperti cabai rawit, cabai merah, garam, terasi, serta bawang merah. Mereka dikasih waktu 10 menit untuk mengolah serta mengulek sambal yang enak. Tidak lupa tiap-tiap peserta dikasih sebuah mentimun untuk mencicip sambal peserta.

Walau tampak gampang, banyak peserta yang terlihat kaku dalam mengulek bumbu. Ada yang memukul mukul cabai serta bawang sampai bumbu

“Mengolah sambal enak nyatanya mudah gampang sulit. Walau sebenarnya berbahan sama tetapi memang jika gak tahu formasnyai ya akhirnya gak enak,” kaya Solikhin, satu diantara peserta lomba ulek sambal.

Demikian juga pada lomba merias diri tanpa ada kaca. Banyak peserta yang kurang jeli waktu memoles muka, khususnya alis serta bibir. Hingga muka wajah peserta terlihat tidak karuhan sebab riasan tidak cocok. Satu diantara peserta rias diri tanpa ada cermin, Jana’ah akui, merias tanpa ada cermin butuh ketelitian, khususnya waktu memoles alis serta bibir.

“Jika tidak, pensil alis serta lisptik kebablasan tidak karuan. Justru jadi kaya badut,” kata Jana’ah.

Sesaat Kepala desa Weringin Jenggot, Abdul Kholis menerangkan, acara ini diadakan untuk kembali kenang perjuangan pahlawan wanita RA Kartini dalam mengusung harkat martabat wanita. Sedang lomba lomba yang diadakan semata-mata mata untuk memberi hiburan pada masyarakat desa.

Menurut dia walau masuk desa terpencil, tetapi kreativitas masyarakat desa pantas dapat acungan jempol. Mereka mempu berkreasi membuat acara yang lumayan menarik serta disenangi masyarakat.

“Baru tahun ini kami bikin acara ini. Awal mulanya tidak pernah benar-benar. Serta nyatanya masyarakat begitu ketertarikan,” ujarnya.

You might also like