Ingin Sukseskan Pemilu Meski Sedang Sakit, Petugas KPPS di Karawang Meninggal

Ingin Sukseskan Pemilu Meski Sedang Sakit, Petugas KPPS di Karawang Meninggal – Jumlahnya petugas KPPS yang wafat di pemilu 2019 makin bertambah. Di Karawang, Agus Mulyadi (53) anggota KPPS TPS nomer 38 di Kelurahan Karawang Kulon, Kecamatan Karawang Barat wafat pada Sabtu malam (20/4/2019). Agus ialah petugas KPPS ke 2 yang wafat di Karawang atau yang ke 13 di Jawa Barat.

Banyak Bonus Menanti Anda, Hanya Dengan Bergabung Bersama Kami. Silahkan Saja Langsung Klik Disini Untuk Dapatkan Bonus Yang Melimpah Dari Kami

“Agus memang ingin berperan menyukseskan pemilu. Walau tengah sakit, ia masih menjalankan pekerjaan sampai malam hari,” kata Roni Juanda (56) rekanan Agus sama-sama petugas KPPS waktu didapati detik selesai menguburkan Agus di pemakaman Anjun, Kelurahan Karawang Kulon, Minggu (21/4/2019).

Roni menjelaskan sebelum pemilu berjalan, Agus sebetulnya tengah sakit. Pinggangnya yang patah sebab terjatuh belum sembuh benar. “Tetapi ia tidak ingin ditukar orang lainnya sebab ia katakan ingin menolong negara,” kata Roni.

Klaim Bonus Deposit 10% Dan Seterusnya, Bonus Cashback 5% Tiap Minggunya, Bonus Rollingan 0.7%, Bonus Referensi Teman 5% Hanya Dengan Deposit 50 Ribu

Lihat Kontak Kami Klik Disini :

Selain itu, Ketua KPU Karawang Miftah Farid mengatakan Agus atau petugas KPPS yang telah ialah pejuang demokrasi. Dia mengharap, Agus ialah anggota KPPS paling akhir yang wafat.

“Gampang – mudahan ini jadi yang paling akhir wafat. Kami ikut berduka sebab kehilangan pejuang – pejuang demokrasi. Karena sebenarnya mereka sudah bekerja sampai wafat,” kata Miftah.

Miftah mengatakan akan mengemukakan beberapa perihal pada KPU pusat, diantaranya masalah beban kerja KPPS yang tinggi, honor KPPS yang minim serta proses rekrutmen KPPS yang longgar. “Saya pikir ini bisa saja analisis pemangku kebutuhan di tingkat pusat,” kata Miftah.

Dia pun menyarankan agar ada batasan umur dalam rekrutmen petugas KPPS. Karena, kata Miftah pekerjaan KPPS cukuplah kuras daya. Akhirnya, katanya anggota KPPS butuh fisik serta mental yang sempurna. “Pekerjaan KPPS ini tidak dapat disebut gampang, ditambah lagi di pemilu 2019 yang menyatukan pemilihan presiden serta penentuan legislatif. Buktinya belasan orang KPPS wafat di Jawa barat” katanya.

“Hingga ke depan KPPS butuh di isi orang muda dengan fisik sempurna serta bermental baik,” Miftah memberikan.

You might also like